Senja adalah janji yang paling setia. Ia selalu datang, mewarnai langit dengan palet warna yang sama indahnya, tak peduli badai apa yang telah kita lalui seharian.
Harapan yang tetap menyala, sehangat bias matahari sore.
Apakah kita hidup dalam kepastian atau hanya merayakan ilusi? Ataukah hanya senja yang selalu menepati?
Kumpulan puisi dalam buku ini merangkum tentang penantian, keikhlasan menerima perpisahan, cinta yang menemukan ketenangan dalam kepastian, merayakan kesetiaan paling sederhana, yaitu menikmati terbenamnya matahari.
Karena kala senja, kita akan menyadari dalamnya rasa rindu, patah hati yang terobati, dan harapan yang selalu menemukan jalan pulang. Dari warna jingga yang memudar hingga biru yang membisu.
Rangkaian kata dalam buku ini bukan sekadar kumpulan diksi indah, melainkan peta perjalanan emosi jujur yang menyentuh relung terdalam. Terdapat refleksi atas waktu yang mengajarkan arti selesai dan berdamai dengan kelam yang terlewati untuk menemukan terang di masa yang akan datang.
Jingga adalah janji. Dalam setiap lembar halaman akan menemukan kepastian yang dicari. Bacalah di kala kalian lelah mencari, karena jingga menjanjikan tenang yang tak ingkar.
Instagram: @pustakaputrikencana
Facebook: Penerbit Pustaka Putri Kencana
WA: +6288279074061
Email: pustakaputrikencana@gmail.com

No comments:
Post a Comment